Selamat datang di website resmi Gerakan Pemuda Kepulauan Nias (GPKN)
Created by grupo mayan
Dirgahayu Kemerdekaan Ke-69 RI

Selamat Ulang Tahun Indonesia!

Published on Aug 17 2014
Photo by: akinini.com

Photo by: akinini.com

Hari ini tanggal 17 Agustus 2014 bangsa Indonesia merayakan ulang tahun ke-69.  Seperti lazimnya negara-negara merdeka di berbagai belahan dunia, Indonesia sebagai negara merdeka selalu merayakan ulang tahun kemerdekaannya. Dan tidak kalah hebatnya di negeri ini. Nuansa merah putih mewarnai seluruh pelosok nusantara. Lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang dimana-mana. Pesta rakyat dan bermacam perayaan pun dapat dilihat di berbagai tempat. Dan tidak lupa upacara pengibaran bendera sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi kepada para patriot bangsa.

Namun dibalik “fenomena tahunan” di atas, sekelebat selalu muncul pertanyaan besar di benak kita, “apakah euforia ini menunjukan bahwa bangsa Indonesia sudah benar-benar merdeka?” Sesungguhnya telah banyak tulisan serta artikel dan bahkan berbagai diskusi yang mengulas serta membahas pertanyaan ini. Ya, membahas makna kemerdekaan sejati bagi 240 juta jiwa penduduk Indonesia.

Seiring berkembangnya zaman dan berkembangnya mindset, makna merdeka itu juga semakin luas. Tetapi, adalah fakta bahwa kolonialis memang sudah tidak berdiam di negeri ini, dan kemerdekaan sudah diproklamirkan. Meskipun kemerdekaan telah diraih, namum perjuangan belum berakhir. Kemerdekaan sejatinya adalah jembatan emas untuk mencapai tujuan mulia menuju Indonesia yang lebih baik. Oleh karena itu, harus diisi dengan perjuangan dalam membangun bangsa dan negara.

Soekano pernah berkata, “perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” Jelas kalimat ini ditujukan kepada kita para generasi penerus bangsa untuk lebih bijak dalam mengisi kemerdekaan yang telah diraih.  Melawan bangsa sendiri yang dimaksudkan adalah melawan mereka yang tidak mengamalkan Pancasila dan UUD 1945 dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Tidak menjaga kebhinekaan, dan keutuhan NKRI, mementingkan kepentingan pribadi dan golongan diatas kepenting bangsa dan negara. Inilah yang menjadi tantangan yang harus kita jawab bersama.

Untuk menjawab tantangan tersebut dan juga tantangan lainnya, kita berharap semua elemen bangsa bergotong-royong dan bahu-membahu. Terlebih bagi lembaga negara baik legislatif, eksekutif dan yudikatif serta lembaga-lembaga negara lainnya diharapkan dapat menjalankan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik, benar dan nyata. Menjauhkan diri dari pemikiran korupsi serta selalu memegang teguh komitmen dan integritas dalam mengemban amanah. Masyarakat juga harus terlibat, turut andil, serta peka terhadap permasalahan-permasalahan bangsa. Masyarakat diharapkan tidak apatis, tidak sekedar menjadi penonton (spectator) yang menganggap bahwa semua yang terjadi di ibu pertiwi ini adalah hanya sebuah pertunjukan semata. Setidaknya masyarakat mengkritisi bila ada kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat ataupun melaporkan bila ditemukan adanya abuse of power oleh para pengemban amanah.

Selain hal di atas, pemuda sebagai aset berharga bangsa yang merupakan estafet kepemimpinan dimasa yang akan datang dituntut harus memainkan peranan dalam kemajuan bangsa dan negara. Peran pemuda sangat diharapkan untuk berperan aktif sebagai kekuatan moral, kontrol sosial dan agen perubahan dalam segala aspek pembangunan nasional (UU No. 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan).  Banyaknya tokoh muda bermunculan saat ini menunjukan bahwa Indonesia tidak pernah kehabisan anak bangsa yang siap menjadi pemimpin dimasa depan.

Sekarang kita mengenal beberapa pemimpin yang melayani, bekerja nyata, berani dan tegas, serta mau turun ke lapangan dan terjun langsung ke masyarakat. Sebut saja, Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi, Basuki Tjahaya Purnama yang akrab dipanggil Ahok, Tri Rismaharini, Ganjar Pranowo dan Ridwan Kamil. Para pemimipin yang civic minded seperti merekalah yang perlu kita support agar dapat terus bekerja dan berkarya nyata.

Bangsa Indonesia memang masih harus melalui perjalanan panjang dalam meraih cita-citanya. Masih banyak “PR” yang harus dibenahi antara lain: korupsi, penegakan dan kepastian hukum, reformasi birokrasi, kemiskinan dan kesenjangan sosial, masalah pendidikan, kesehatan, dan masih banyak pekerjaan rumah lainnya.

Sekedar (kembali) mengingatkan, hanya bangsa sendiri yang mampu merubah nasib negerinya sendiri. Oleh karena itu, mari kita sebagai anak bangsa menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi berikutnya. Kita selalu berdoa semoga Indonesia dapat meraih cita-cita luhur yang termaktub dalam UUD 1945, menjadi bangsa yang merdeka, berdaulat, adil dan makmur, memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. With God all things are possible.

Selamat Ulang Tahun Republik Indonesia Ke-69. Dirgahayu. Majulah Bangsaku, Majulah Negeriku, Jayalah Indonesiaku. (Jakarta 17/8/2014, VG).

Oleh: Viktor P. F, Gulö, SE – Sekjen DPP GPKN