Selamat datang di website resmi Gerakan Pemuda Kepulauan Nias (GPKN)
Created by grupo mayan

Pemuda Nias Harus Jadi Agen Perubahan

Published on Apr 11 2013

JAKARTA, NBC — Selain harus bisa menjadi kekuatan moral dan kontrol sosial dalam pembangunan, Pemuda-pemuda dari Pulau Nias di mana pun berada juga diharapkan harus bisa menjadi agen perubahan.

Demikian disampaikan oleh Sökhi’atulö Laoli, Bupati Nias, saat menjadi narasumber pada diskusi bertema “Peranan Pemuda terhadap Pembangunan di Kepulauan Nias” yang diselenggarakan oleh Gerakan Pemuda Kepulauan Nias (GPKN), Sabtu (6/4/2013), di kampus Universitas Kristen Indonesia (UKI), Jakarta.

“Pemuda sebagai agen perubahan harus menunjukkan perannya dalam pendidikan politik dan demokratisasi, baik pada tingkat lokal maupun nasional, sehingga dapat bergabung dengan organisasi-organisasi politik dan kemasyarakatan lainnya,” ujar Sökhi’atulö.

Selain itu, para pemuda juga diharapkan untuk menguasai ilmu dan teknologi dalam berpatisipasi kelak dalam pembangunan di Nias. “Para pemuda juga harus membangkitkan sikap kritis dan meningkatkan partisipasi dalam perumusan kebijakan pembangunan di kepulauan Nias,” tambahnya.

Sementara itu, pembicara lain, Saroziduhu Zebua, mahasiswa Program S-3 Ilmu Ekonomi Universitas Trisakti, membeberkan berbagai tantangan dan harapan bagi pemuda Nias. “Pemuda Nias harus berani menghadapi tantangan. Tak mudah menyerah, berusaha menjadi pelopor, bersikap kritis, dan terus mengembangkan sikap kreatif serta bertanggung jawab,” ujar Saroziduhu.

Bukan Sayap Ormas Lain

Acara diskusi ini dihadiri oleh lebih kurang 150 pemuda asal Kepulauan Nias yang ada di Jabodetabek. Peserta sebagian besar merupakan mahasiswa. Turut hadir Benni Advis Daeli, Majelis Pemuda Kepulauan Nias (MPKN), Ketua Umum FKNO Bakhtiar Gea, Ketua Umum Himpunan Masyarakat Nias Agus Gea, dan Fa’ahakhödödö Maruhawa.

GPKN merupakan organisasi yang merupakan organisasi yang berdiri sendiri dan bukan sayap salah satu ormas manapun, apalagi partai politik. “Hal ini terbukti yang menjadi para pendiri GPKN ini hampir 80 persen merupakan orang-orang yang tidak pernah aktif dalam organisasi masyarakat Nias yang ada di Jabodetabek maupun lainnya.

Error processing request